Gurindam 12 Raja Ali Haji

  • Pasal Keempat

    hati kerajaan di dalam tubuh,
    jikalau zalim segala anggota pun roboh.

    apabila dengki sudah bertanah,
    datanglah daripadanya beberapa anak panah.

    mengumpat dan memuji hendaklah pikir,
    di situlah banyak orang yang tergelincir.

    pekerjaan marah jangan dibela,
    nanti hilang akal di kepala.

    jika sedikitpun berbuat bohong,
    boleh diumpamakan mulutnya itu pekong.

    tanda orang yang amat celaka,
    aib dirinya tiada ia sangka.

    bakhil jangan diberi singgah,
    itupun perampok yang amat gagah.

    barang siapa yang sudah besar,
    janganlah kelakuannya membuat kasar.

    barang siapa perkataan kotor,
    mulutnya itu umpama ketur.

    di mana tahu salah diri,
    jika tidak orang lain yang berperi.



Error
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
Dewan: Hutang RAL, Pemegang Saham Turut Bertanggung Jawab PDF Cetak Email
Senin, 12 Maret 2018 19:16

PEKANBARU,RIAUPLUS.COM- Sekretaris Komisi III DPRD Riau, Suhardiman Amby menyebutkan kewajiban untuk membayar hutang RAL tidak hanya ada pada Pemprov Riau, tetapi juga pemerintah kabupaten/kota selaku pemegang saham.

 

Dikatakan Suhardiman, ada banyak pemegang saham di PT Riau Airlines (RAL), seperti Kabupaten Nias, serta Kabupaten Kota yang ada di Riau."Jadi, kewajiban untuk menanggung hutang RAL tidak hanya ada pada Pemprov. Pemegang saham lain juga harus bertanggung jawab," ujar Suhardiman, Senin 12 Maret 2018.

 

Dilanjutkan Suhardiman, pihak pemegang saham lainnya jangan hanya mau menikmati ketika keuntungan didapatkan PT RAL. Ketika RAL merugi, maka semua pemegang saham harus ikut menanggung hutang RAL. "Jangan mau untungnya saja, ketika rugi tak mau bertanggung jawab," sindirnya.

 

Sebelumnya, Suhardiman juga mengatakan bahwa pembayaran hutang RAL oleh PT Sarana Pembangunan Riau (SPR) telah dihentikan. Alasannya, RAL bukanlah anak perusahaan PT SPR, sehingga tidak dibenarkan PT SPR membayarkan hutang RAL.

 

"RAL bukanlah anak perusahaan SPR. Maka dari itu, kita sudah stop PT SPR bayar hutang RAL ke Bank Muamalat," terang Suhardiman.

 

"Kecuali, RAL ini adalah anak perusahaan SPR, kemudian RAL bangkrut. Maka, baru boleh SPR membayarkan hutangnya. Ini kan tidak, dan ini melanggar hukum," tambahnya.bpc/nor

 

Galeri Foto

MUNAS APPSI V 2015 di Makassar, Plt Gubri Dukung Tunas Integritas

article thumbnail

Tunjuk Ajar Melayu Tenas Effendy

Wahai ananda dengarlah amanat
Pantun memantun sudah teradat
Di dalamnya banyak berisi nasehat
Bila dipakai hidup selamat