Gurindam 12 Raja Ali Haji

  • Pasal Ketiga

    apabila terpelihara mata,
    sedikitlah cita-cita.

    apabila terpelihara kuping,
    khabar yang jahat tiadalah damping.

    apabila terpelihara lidah,
    nescaya dapat daripadanya faedah.

    bersungguh-sungguh engkau memeliharakan tangan,
    daripada segala berat dan ringan.

    apabila perut terlalu penuh,
    keluarlah fi'il yang tiada senonoh.

    anggota tengah hendaklah ingat,
    di situlah banyak orang yang hilang semangat

    hendaklah peliharakan kaki,
    daripada berjalan yang membawa rugi.



Error
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
Hakim Vonis Harsono 'Saracen' 2,8 Tahun Penjara PDF Cetak Email
Kamis, 11 Januari 2018 19:45

PEKANBARU,RIAUPLUS.COM- Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru menjatuhkan vonis 2 tahun dan 8 bulan penjara terhadap  Muhammad Abdullah Harsono (MAH), terdakwa kasus penebar kebencian dengan akun 'Saracen', Kamis (11/1/18).

 

 

 

Vonis ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa penuntut umum (JPU) Sukatmini SH sebelumnya, yakni empat tahun penjara. Majelis hakim yang dipimpin Martin Ginting SH menyatakan, terdakwa bersalah melanggar pasal Pasal 45 ayat 2 jo Pasal 28 ayat (2)  Undang-Undang (UU) RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE.


"Menghukum terdakwa selama dua tahun dan delapan bulan penjara dipotong masa tahanan,"kata hakim.


Harsono membuat postingan di akun facebook yang dapat diakses pengguna facebook lainnya berupa gambar tulisan, yang menyatakan perasaan permusuhan dan kebencian terhadap Presiden Jokowi. Kemudian, kelompok tertentu dalam hal ini orang suku bangsa Tionghoa.


Saat itu konteksnya jelang 20 Mei 2015 terkait akan adanya hasutan untuk melengserkan Presiden Jokowi. Terdakwa menulis "Saya siap membela NKRI dari jajahan PKI dan Cina Komunis Timur pimpinan Jokowi.


"Rapatkan barisan komando rakyat, kudeta siap lengserkan Jokowi setan bajingan. Kalimat ini selain mengandung muatan penghinaan juga mengandung muatan Suku Ras dan Agama karena menuduh Presiden Jokowi bagian dari Cina Komunis,"kata jaksa.


Selain itu, dalam postingannya terdakwa menampilkan gambar dengan tulisan "Orang-orang yang masih membela Jokowi setan bajingan anjing PKI adalah goblok dan tolol. Ibaratkan kerbau yang dicucuk hidungnya dan pasti lengser".


Dikatakan jaksa bahwa menjuluki pendukung Presiden Jokowi seperti itu juga bagian dari penghinaan yang tidak pantas ditujukan kepada kepala negara atau presiden. Kemudian ada juga gambar dan tulisan "Pribumi bersatu, bantai cina-cina kafir dan komunis" dan postingan bernada SARA lainnya.nor

 

Galeri Foto

MUNAS APPSI V 2015 di Makassar, Plt Gubri Dukung Tunas Integritas

article thumbnail

Tunjuk Ajar Melayu Tenas Effendy

Wahai ananda bijak bestari
Pantun menjadi suluh negeri
Ilmu tersirat payah dicari
Bila disimak bertuahlah diri