Gurindam 12 Raja Ali Haji

  • Pasal Keempat

    hati kerajaan di dalam tubuh,
    jikalau zalim segala anggota pun roboh.

    apabila dengki sudah bertanah,
    datanglah daripadanya beberapa anak panah.

    mengumpat dan memuji hendaklah pikir,
    di situlah banyak orang yang tergelincir.

    pekerjaan marah jangan dibela,
    nanti hilang akal di kepala.

    jika sedikitpun berbuat bohong,
    boleh diumpamakan mulutnya itu pekong.

    tanda orang yang amat celaka,
    aib dirinya tiada ia sangka.

    bakhil jangan diberi singgah,
    itupun perampok yang amat gagah.

    barang siapa yang sudah besar,
    janganlah kelakuannya membuat kasar.

    barang siapa perkataan kotor,
    mulutnya itu umpama ketur.

    di mana tahu salah diri,
    jika tidak orang lain yang berperi.



Error
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
Mantan Kadis PU Riau Dwi Agus Segera Diadili PDF Cetak Email
Senin, 16 April 2018 19:25

PEKANBARU,RIAUPLUS.COM- Mantan Kadis Pekerjaan Umum (PU) Riau Dwi Agus Sumarno segera diadili dalam kasus dugaan korupsi pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Tunjuk Ajak Integritas, menyusul telah dilimpahkannya berkas perkara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) ke Pengadilan Tipikor Pekanbaru.

 

 


"Hari ini kita limpahkan berkas perkara RTH milik tiga orang tersangka, yakni Dwi Agus Sumarno, Yulia dan Ronaldi," ujar JPU, Puji, Senin (16/4/18).


Selain berkas mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Riau itu, JPU juga melimpahkan berkas dua tersangka dari pihak swasta. Mereka adalah Yuliana J Baskoro selaku rekanan proyek dan Rinaldi Mugni selalu konsultan pengawas.


Penyerahan berkas juga dibenarkan Panitera Muda Tipikor pada PN Pekanbaru, Denni Sembiring. "Ya, kita sudah terima berkasnya sore ini," kata Denni.


Selanjutnya berkas itu akan diserahkan ke Ketua PN Pekanbaru untuk penentuan majelis hakim yang menyidangkan perkara. "Kita serahkan ke ketua (PN) untuk ditunjuk majelis hakimnya," kata Denni.


Ketiga tersangka dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 18 Undang-undamg (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 KUHP ayat (1) ke-1 KUHP.


Dwi Agus Sumarno, Rinaldi Mugni dan Yulia J Baskoro merupakan tiga dari 18 tersangka pembangungan RTH Tunjuk Ajar Integritas yang terletak di eks kantor Dinas Pekerjaan (PU) Riau. Mereka sudah ditahan sejak beberapa bulan lalu.


Penyidik juga telah menahan tiga tersangka lain pada Senin (5/3/2018) lalu. Mereka adalah  Direktur CV Panca Mandiri Konsultan, Raymon Yundra, tenaga ahli tenaga ahli CV Panca Mandiri Konsultan, Arri Arwin, dan Direktur PT Bumi Riau Lestari, Khusnul.

Masih ada 12 tersangka lagi dari Aparatur Sipil Negara (ASN) yang belum dilakukan penahanan. Enam di antaranya mengajukan diri sebagai justice collaborator untuk mengungkapkan fakta sebenarnya  yang terjadi.


Di antara tersangka yang belum ditahan adalah Ketua Pokja ULP Provinsi Riau, Ikhwan Sunardi, Sekretaris Pokja, Hariyanto, dan anggota Pokja Desi Iswanti, Rica Martiwi, Hoprizal, Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan (PPHP) Adriansyah dan Akrima ST juga Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Yusrizal dan ASN Silvia.


Pembangunan RTH Tunjuk Ajar Integritas dianggarkan dengan dana Rp8 miliar.  Berdasarkan audit Badan Pemeriksaan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) ditemukan kerugian Rp1,1 miliar.


Dalam RTH itu terdapat Tugu Integritas yang diresmikan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)  Agus Raharjo pada 10 Desember 2016 lalu pada peringatan Hari Anti Korupsi Internasional (HAKI) di Riau. Tugu itu sebagainya simbol bangkitnya Riau melawan korupsi.nor

 

Galeri Foto

MUNAS APPSI V 2015 di Makassar, Plt Gubri Dukung Tunas Integritas

article thumbnail

Tunjuk Ajar Melayu Tenas Effendy

Wahai ananda permata intan
Pantun Melayu jangan abaikan
Di dalamnya banyak mengandung pesan
Pegang olehmu jadi pedoman