Gurindam 12 Raja Ali Haji

  • Pasal Keempat

    hati kerajaan di dalam tubuh,
    jikalau zalim segala anggota pun roboh.

    apabila dengki sudah bertanah,
    datanglah daripadanya beberapa anak panah.

    mengumpat dan memuji hendaklah pikir,
    di situlah banyak orang yang tergelincir.

    pekerjaan marah jangan dibela,
    nanti hilang akal di kepala.

    jika sedikitpun berbuat bohong,
    boleh diumpamakan mulutnya itu pekong.

    tanda orang yang amat celaka,
    aib dirinya tiada ia sangka.

    bakhil jangan diberi singgah,
    itupun perampok yang amat gagah.

    barang siapa yang sudah besar,
    janganlah kelakuannya membuat kasar.

    barang siapa perkataan kotor,
    mulutnya itu umpama ketur.

    di mana tahu salah diri,
    jika tidak orang lain yang berperi.



Error
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
Kasus TPPU Rp265 Miliar, Mantan Dirut PT BLJ Kembali Diadili PDF Cetak Email
Selasa, 15 Mei 2018 20:56

PEKANBARU,RIAUPLUS.COM- Mantan Dirut PT Bumi Laksamana Jaya (BLJ) Yusrizal Handayani, kembali diadili dalam kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), sebesar Rp265 miliar, Selasa (15/5/18) di Pengadilan Tipikor Pekanbaru.



Sebelumnya, Yusrizal pernah diadili dalam kasus korupsi penyertaan modal Pemkab Bengkalis ke PT Bumi Laksamana Jaya sebesar Rp300 miliar. Dia dihukum selama 10 tahun 6 bulan penjara.


Untuk kasus TPPU yang dipimpin majelis hakim Kamazaro Waruwu SH ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Eka Safitra SH, mendakwa Yusrizal Handayani dengan pasal 3 Undang-Undang Nomor 8 Tentang TPPU, subsider pasal 4 UU Nomor 18 Tentang TPPU.


JPU dalam dakwaannya mengatakan, perbuatan terdakwa Yusrizal Handayani bersama Suhernawati (berkas terpisah), pada tahun 2012-Oktober 2014,uang hasil korupsi sebesar Rp265 miliar dari Rp300 miliar dana penyertaan modal Pemkab Bengkalis ke PT BLJ tersebut, digunakan untuk pencucian uang di antaranya untuk membeli saham PT Surya Citra Riau Rp2 miliar.


"Diantaranya, membeli 1 persil tanah seluas 9.829 m2 di Kelurahan Sidomulyo, Pekanbaru. Membeli dua persil tanah selias 34.750 m2 dan luas 10.637,5 m2 di Jalan Batu II, Balai Punggut, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis,"kata jaksa.


Kemudian, membeli 50 persil tanah dengan luas 100.000 m2 di Sungai Osak, Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar, serta beberapa persil tanah lainnya.


Untuk kasus ini, Yusrizal tidak didampingi Penasehat Hukum. Dia beralasan telah dizolimi, karena sebelumnya sudah dihukum dalam perkara ini selama 10 tahun enam bulan.


Atas tanggapan terdakwa ini, majelis hakim mencoba memberi penjelasan, bahwa kasus sebelumnya terdakwa divonis bersalah melakukan tindak pidana korupsi. Sementara kasus kali ini terkait TPPU.nor

 

 

Galeri Foto

MUNAS APPSI V 2015 di Makassar, Plt Gubri Dukung Tunas Integritas

article thumbnail

Tunjuk Ajar Melayu Tenas Effendy