Gurindam 12 Raja Ali Haji

  • Pasal Pertama

    barang siapa tiada memegang agama,
    sekali-kali tiada boleh dibilangkan nama.

    barang siapa mengenal yang empat,
    maka ia itulah orang ma'rifat barang siapa mengenal allah,
    suruh dan tegahnya tiada ia menyalah.

    barang siapa mengenal diri,
    maka telah mengenal akan tuhan yang bahari.

    barang siapa mengenal dunia,
    tahulah ia barang yang terpedaya.

    barang siapa mengenal akhirat,
    tahulah ia dunia melarat.




Error
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
Dugaan Ijazah Palsu Bupati Pelalawan Diselidiki PDF Cetak Email
Rabu, 20 Juli 2011 21:43

PEKANBARU,RIAUPLUS.COM- Setelah sempat lama mengendap, kini Polda Riau kembali memulai penyelidikan kasus dugaan ijazah palsu milik Bupati Pelalawan, HM Haris. Bahkan Polda sudah mengirimkan surat perintah dimulainya penyidikan (SPDP-red) ke Kejaksaan Tinggi Riau.

Dimulainya penyelidikan kasus dugaan ijazah palsu Haris itu dibenarkan Direktur Ditreskrimum Kombes Pol Drs Diat Cahrdy, kepada wartawan, Rabu (20/7) di kantornya."Kasusnya masih dalam penyelidikan kita,"ungkap Diat.

Dikatakan, pihaknya sudah mengirimkan SPDP ke Kejati Riau tanda dimulainya penyidikan kasus ini beberapa waktu lalu."Rencananya dalam waktu dekat ini, kita akan menggelar perkara ini,"bebernya.

Sejauh ini lanjut Diat, pihaknya belum memintai keterangan Haris selaku terlapor dalam kasus ini. Namun sejumlah saksi dari Dinas Pendidikan Riau, Disdik Pelalawan dan Yayasan yang menerbitkan ijazah paket C Haris itu, sudah dimintai keterangannya.

Untuk memanggil Haris sebagai terlapor dalam kasus ini, pihaknya tentu akan meminta izin dari Presiden terlebih dahulu. Karena dalam aturannya pejabat negara seperti bupati, pemeriksaannya harus mendapatkan izin dari Presiden. M. Nur Zein

 

Galeri Foto

Galeri Kunjungan Presiden Ke Riau

article thumbnail
Galeri Upacara HUT Ke-69 RI Pemprov Riau

article thumbnail

Tunjuk Ajar Melayu Tenas Effendy

Wahai ananda dengarlah amanat
Pantun memantun sudah teradat
Di dalamnya banyak berisi nasehat
Bila dipakai hidup selamat